Penggunaan Pupuk Bokashi Kotoran Sapi

Pendahuluan
Bokashi adalah hasil fermentasi bahan organik (pupuk kandang,  pupuk organik, jerami, dedak halus) dengan teknologi EM yang dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dengan memperbaiki sifat-sifat fisik kimia dan biologi tanah dan meningkatkan  pertumbuhan dan produksi tanaman. EM mengandung bakteri Lactobacilus, Ragi, Bakteri fotosintetik, Actino mycetes dan jamur pengurai sellulosa untuk memfermentasi bahan organik tanah menjadi senyawa organik yang mudah diserap oleh tanaman (Anonim (1997). Adapun kegunaan bokashi adalah memperbaiki sifat fisik kimia tanah, meningkatkan produksi tanaman, menjaga kstabilan produksi, memperbaiki bahan organik tanah.
Cara Membuat Bokashi Kotoran Sapi.
  1. Alat
-          Cangkul                                   -     Timbangan
-          Parang                                     -     Sendok Makan
-          Sekop                                      -     Karung Goni
-          Ember                                      -     Kayu Landasan
  1. Bahan
-          Pupuk Kandang (kotoran sapi) 150 kg
-          Dedak 10 kg
-          Jerami 10 kg
-          EM-4 170 cc
-          Gula pasir 30 sendok makan
  1. Langkah Kerja
    1. Siapkan alat dan bahan.
    2. Larutkan EM-4 dan gula pasir kedalam air.
    3. Campur kotoran sapi, jerami dan ampas tebu (pupuk organik)  merata terlebih dahulu
    4. Siramkan larutan EM-4 dan gula pasir secara perlahan-lahan keatas adonan sambil diaduk  secara merata.Adonan harus lembab dengan kandungan air antara 30-40%. Kadar air dapat diperiksa dengan cara mengambil segenggam adonan dan diremas. Jika tetap menyatu berarti kadar air sudah baik.Adonan ditumpuk di atas lantai yang kering dengan ketinggian 15 – 20 cm kemudian ditutup dengan karung goni.
    5. Pertahankan suhu tumpukan adonan antara 40 - 50°C, jika suhu lebih 50°C maka bukalah karung penutup dan tumpukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup kembali dengan karung goni.
Suhu yang lebih 50°C dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak/tidak jadi oleh karena terjadinya proses pembusukan. Pengecekan dilakukan setiap 5 – 10 jam.
    1. Setelah 4 – 7 hari bokashi telah selesai difermentasikan dan siap untuk digunakan.
    2. Cek suhu pada hari ke 7, bila suhu normal sama dengan suhu ruangan, proses fermentasi telah selesai, bongkar dan biarkan 3 – 7 hari bokashi sudah siap digunakan.
  1. Untuk penggunaanya diberikan 3-5 ton perhektar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar