Mulsa adalah sisa-sisa tanaman yang
dikembalikan lagi ke tanah. Mulsa
diharapkan dapat melindungi tanah, mempertahankan kandungan bahan organik dan
memperbaiki struktur sehingga produktivitas tanah menjadi meningkat dan
terpelihara.
Dengan adanya mulsa, dapat menurunkan tempertur
serta memperbaiki keadaan fisik dan kimia tanah. Adapun Tujuannya adalah untuk
memperoleh beberapa keuntungan yang dapat memperbaiki sifat –sifat tanah
sehingga nantinya akan mempengaruhi produktivitas tanah yang bersangkutan.
Beberapa kebaikan penggunaan mulsa antara lain :
1.
Melindungi
agregat-agregat tanah dari daya rusak butir hujan.
2.
Meningkatkan
penyerapan air oleh tanah
3.
Mengurangi
volume dan kecepatan aliran permukaan tanah
4.
Memelihara
kandungan bahan organik tanah
5.
Memelihara
temperatu dan kelembaban tanah
6.
menekan
pertumbuhan tanaman pengganggu.
Dengan dilakukannya pemulsaan, tata udara tanah
akan dapat diperbaiki demikian pula dengan adanya peningkatan jumlah pori-pori
mulsa sebagai akibat aktivitas jazad hidup dalam tanah maka tersedia air bagi
akar tunas dapat diperbaiki
Macam-macam mulsa
1. Mulsa sisa tanaman
Mulsa
ini terdiri dari bahan organik sisa tanaman (jerami padi, batang jagung),
pangkasan dari tanaman pagar, daun-daun dan ranting tanaman. Bahan tersebut
disebarkan secara merata di atas permukaan tanah setebal 2-5 cm sehingga
permukaan tanah tertutup sempurna. Mulsa sisa tanaman dapat memperbaiki
kesuburan, struktur, dan cadangan air tanah. Mulsa juga menghalangi pertumbuhan
gulma, dan menyangga (buffer) suhu tanah agar tidak terlalu panas dan tidak
terlalu dingin. Selain itu, sisa tanaman dapatmenarik binatang tanah (seperti
cacing), karena kelembaban tanah yang tinggi dan tersedianya bahan organik
sebagai makanan cacing. Adanya cacing dan bahan organik akan membantu
memperbaiki struktur tanah.
Mulsa
sisa tanaman akan melapuk dan membusuk. Karena itu perlu menambahkan mulsa
setiap tahun atau musim, tergantung kecepatan pembusukan. Sisa tanaman dari
rumput-rumputan, seperti jerami padi, lebih lama melapuk dibandingkan bahan
organik dari tanaman leguminose seperti benguk,Arachis, dan sebagainya.
2. Mulsa Vertikal
Mulsa
pada umumnya disebar secara merata di permukaan tanah. Tetapi mulsa vertikal
adalah mulsa sisa tanaman yang dibenamkan ke dalam tanah secara vertikal untuk
mengisi retak-retak dan rengkah pada penampang tanah. Mulsa vertikal cocok
untuk tanah yang sering mengalami rengkah di musim kemarau, seperti tanah
Vertisols (Grumusol) yang banyak dijumpai pada daerah beriklim kering. Tanah
liat Grumusol pada umumnya sulit dan berat diolah. Pada musim hujan tanah ini
menjadi liat dan lengket, dan pada musim kemarau mejadi keras dan retak-retak.
Bagaimana cara pemberian mulsa
vertikal?
Pada
musim kemarau tanah liat merengkah sampai kedalaman 1 m dan lebar sampai 5 cm.
Rengkahan diisi dengan jerami atau sisa tanaman lain. Setelah hujan tiba
rengkahan akan menutup, namun celah yang ditahan oleh mulsa vertikal akan
membantu meningkatkan resapan air ke dalam tanah sehingga aliran
permukaan dan erosi berkurang. Cara lain untuk pemberian mulsa vertikal adalah dengan menggali parit menurut garis kontur dan membenamkan jerami atau sisa tanaman di dalamnya.
permukaan dan erosi berkurang. Cara lain untuk pemberian mulsa vertikal adalah dengan menggali parit menurut garis kontur dan membenamkan jerami atau sisa tanaman di dalamnya.
Keunggulan mulsa vertikal
- Meningkatkan kesuburan tanah karena menambah bahan organik
- Meningkatkan peresapan air
- Mengurangi erosi
- Meningkatkan kehidupan jasad mikro dan makro di dalam tanah
- Meningkatkan kelembaban tanah
2. Mulsa lembaran plastic
Pada sistem
agribisnis yang intensif, dengan jenis tanaman bernilai ekonomis tinggi, sering
digunakan mulsa plastik untuk mengurangi penguapan air dari tanah dan menekan
hama dan penyakit serta gulma. Lembaran plastik dibentangkan di atas permukaan
tanah untuk melindungi tanaman. Mulsa plastik berbentuk tenda untuk tanaman
tahunan Pada tanaman pohon-pohonan mulsa plastik dapat dipasang sebagai tenda
untuk menghalangi pertumbuhan gulma, mempertahankan kelembaban tanah dan
menjaga agar suhu tanah tetap tinggi.
3. Mulsa batu
Di pegunungan
batu-batu cukup banyak tersedia sehingga bisa dipakai sebagai mulsa untuk
tanaman pohon-pohonan. Permukaan tanah ditutup dengan batu yang disusun rapat
hingga tidak terlihat lagi.Ukuran batu-batu berkisar antara 2-10 cm. Tebalnya
lapisan mulsa tidak tertentu, yang jelas permukaan tanah harus ditutupi.
Manfaat mulsa batu adalah:
- Memudahkan peresapan air hujan Mengurangi penguapan air dari permukaan tanah
- Melindungi permukaan tanah dari pukulan butir hujan
- Menekan gulma (rumput liar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar