Pemanfaatan Lahan Pekarangan

Pekarangan merupakan sebidang tanah disekitar rumah yang mempunyai fungsi bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan pemiliknya. Manfaat pekarangan bukan hanya untuk keindahan dan kesejukan melainkan dapat pula untuk meningkatkan gizi dan membantu perekonomian keluarga.
Pemanfaatan pekarangan sebagai sumber makanan, bahan penyedap dan obat-obatan  sebenarnya sudah lama berlangsung. Akan tetapi hal ini berlangsung seadanya. Disamping hasilnya sangat sedikit, tanaman yang diusahakannya tidak dipilih berdasarkan nilai gizi dan manfaat kesehatan.. Selain itu, petani lebih tertarik kepada perbandingan biaya dan hasil ketimbang kepada kualitas panen yang akan diperolehnya.
Fungsi pekarangan sebagai sumber tambahan penghasilan menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan cenderung beriorentasi ke pasar. Fungsi pekarangan sebagai berikut :.
Sesuai dengan program pemerintah, produksi pangan harus selalu ditingkatkan. Dengan demikian maka berbagai usaha rehabilitasi, ekstensifikasi dan intensifikasi lahan serta diversifikasi penanaman dijalankan. Tujuan pengembangan pekarangan diarahkan kepada peningkatan produksi, baik kualitas maupun kuantitas untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan pendapatan tani.
Pengelolaan pekarangan dalam rangka intensifikasi pekarangan tidak dapat dipisahkan dari beberapa prinsip sehubungan dengan perbaikan gizi masyarakat dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi pelaksana intensifikasi itu.
Oleh karena itu, untuk keberhasilannya  program intensifikasi pekarangan perlu dilandasi oleh sekurang-kurangnya empat prinsip yatu:
1). Tata pertanaman
2). Prinsip biaya pengelolaan yang rendah
3). Prinsip berkesinambungan
4). Pengembangan tanaman-tanaman bergizi tinggi.
Penyusunan pola penanaman pekarangan harus dilakukan dengan persiapan yang matang dan teliti dan dengan perencanaan yang sesuai dengan kondisi lahan, tingkat sosial ekonomi dan keinginan pemiliknya. Untuk mencapai hal itu harus diperhatikan:Cabang usaha tani yang dapat dilaksanakan dan dasar-dasar pemilihan tanaman :
  1. Iklim 
  2. Tanah 
  3. Tinggi tempat 
  4. Sifat tanaman yang meliputi nilai gizi, keadaan vegetasi tanaman, ukuran dewasa tanaman, potensi hasil dan ciri fisik tanaman.
Agar apa yang direncanakan berhasil, diperlukan tahapan-tahapan kegiatan dalam mengelola pekarangan, yaitu :
a. Tahap persiapan
b. Tahap pengolahan data
c. Tahap perencanaan
d. Tahap pelaksanaan
e. Tahap pemeliharaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar