Okulasi adalah teknik memperbanyak tanaman
secara vegetatif dengan cara menggabungkan dua tanaman atau lebih. Langkah awal
yang harus dilakukan dalam memperbanyak tanaman secara okulasi adalah
mempersiapkan batang bawah yang disemai dari biji atau setek.
Syarat biji yang bisa digunakan untuk calon batang
bawah sebagai berikut.
1. Biji dihasilkan dari buah yang sudah
matang di atas pohon.
2. Bebas dari hama atau buibit penyakit
3. Bentuk biji normal.
4. Tanaman berasal dari satu genus/sekeluarga
dengan calon batang atas.
5. Memiliki daya adaptasi yang baik terhadap
berbagai kondisi lingkungan
6. Tanaman induknya memiliki sistem perakaran
yang kuat.
7. Mampu bersatu dengan batang atas atau
kompatibel
8. Tanaman induk merupakan tanaman yang tahan
terhadap penyakit.
Langkah-langkah untuk menyemai biji yang
akan digunakan sebagai batang bawah sebagai berikut:
1. Daging buah yang menutupi biji dibersihkan
atau dibuang dengan cara mencucinya.
2. Menyiapkan tempat atau media semai.
Penyemaian bisa dilakukan dengan menggunakan plastik atau bedengan yang sudah
dicangkul dan diberi pupuk kandang. Media semai yang digunakan untuk mengisi
plastik berupa tanah merah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Bedengan
yang digunakan memiliki ukuran 10 m atau tergantung kondisi lahan, lebar 1 m
dan tinggi 30 50 cm.
3. Biji yang akan disemai harus direndam
dalam larutan insektisida atau fungisida konsentrasi 0,1% supaya biji terhindar
dari hama dan penyakit.
4. Biji yang berkulit keras atau tebal
memiliki masa dormansi yang lama. Karena itu, biji harus direndam dalam air
panas dan dibiarkan selama satu malam supaya masa dormansinya berhenti.
5. Setelah itu, biji ditanam di bedengan
dengan jarak tanam disesuaikan dengan ukuran biji atau ditanam dalam plastik
satu per satu.
6. Jika penyemaian dilakukan dalam plastik,
plastik yang sudah ditanami biji disusun dalam rak, lalu ditutup dengan
menggunakan plastik transparan. begitu juga dengan bedengan, harus ditutup
plastik dan diberi rangka bambu ynag berbentuk setengah lingkaran.
7. Selama dalam bedengan atau plastik, media
tanam harus selalu disiram supaya kelembapannya selalu terjaga.
Tanaman induk yang akan dijadikan batang
atas harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Tanaman memiliki kualitas buah yang baik.
2. Kemampuan berproduksi tinggi.
3. Barasal dari jenis unggul.
4. Masih satu genus atau satu famili dengan
batang bawah.
5. Mampu bersatu dengan batang bawah atau
kompatibel.
Mata
tunas yang akan digunakan sebagai batang atas sebaiknya diambil dari ranting
atau cabang yang mengarah ke atas.Tunas okulasi yang di ambil dari cabang atau
ranting yang mengarah ke samping biasanya akan menghasilkan tanaman yang
menjalar karena pertumbuhan pertamanya akan menyamping atau horizontal. Setelah
itu, tanaman tumbuh secara vertikal atau mengarah ke atas.
Sekitar
3 minggu setelah okulasi, mata tunas harus diperiksa. Jika mata tunas tetap
segar, kemungkinan besar okulasi berhasil. Jika kulit kayu yang bermata tunas
tampak keriput atau kering, okulasi gagal. Sekitar 2 bulan setelah okulasi,
kulit kayu yang bermata tunas sudah menempel sehingga ikatannya bisa dibuka.
Untuk mempercepat tumbuhnya tunas yang ditempelkan, ranting-ranting batang
bawah harus dikurangi. Sekitar 5cm di atas tempelan, batang bawah dipotong
setengahnya dan bagian atas batang bawah boleh dipotong seluruhnya. Di bagian
bawah tunas yang ditempel mungkin akan tumbuh tunas baru. tunas ini harus
dibuang. jika batang bawah yang digunakan ditanam dalam polybag, setelah tunas
yang ditempel tumbuh, proses selanjutnya hanya merawat dan membiarkan tunas
tempelan tumbuh menjadi batang yang sempurna. namun, jika batang bawah ditanam
dalam bedengan, bibit harus dipindahkan ke dalam polybag. Tanaman digali secara
berhati-hati dan dikeluarkan dari bedengan dengan menyertakan tanah disekitar
akar, lalu dipindahkan ke polybag. Tanaman dalam polybag diletakkan di tempat
yang terlindung dan dipelihara sampai bibit tumbuh sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar