Konsep sistem pertanian organik (organik
farming) atau pertanian ramah lingkungan merupakan salah satu alternatif solusi
atau kegagalan sistem pertanian industrial. Oleh karena itu diperlukan adanya
gerakan moral sistem pertanian organik yang berkesinambungan kehidupan alamiah
dengan lingkungan serta jaminan kelestarian ekosistem dan jaminan kesehatan
manusia. Pertanian organik adalah merupakan suatu sistem pertanian yang
mendorong terbentuknya tanah dan tanaman yang sehat dengan melakukan
praktek-praktek budidaya tanaman seperti daur ulang hara pada bahan-bahan
organik seperti sisa-sisa tanaman , rotasi tanaman, pengolahan tanaman,
pengolahan tanah yang tepat serta penghindaran penggunaan pupuk dan pestisida
sintetik
Sistem pertanian organik memiliki beberapa
keunggulan yaitu Orisinil, rasional,
global, aman, netral, internal, dan kontinuitas
Dalam pertanian organik tidak menggunakan
pestisida kimia tetapi menggunakan pestisida nabati atau hayati dan pupuk yang
dipakai berupa bokashi, kompos atau pupuk organik lainnya. Pupuk organik ini
bisa dibuat dengan berbagai cara dan dapat dimanfaatkan untuk memupuk berbagai
jenis tanaman dari yang semusim sampai tanaman tahunan.
a. Pembuatan Bokashi Jerami
Bahan-Bahan
:
- 200 kg
jerami, dipotong ukuran 10 cm - 10 kg katul / dedak
- 200 kg
sekam padi - 10 sendok makan gula pasir
- 400 ml
atau 40 sendok makan EM4 - 20 liter air
Cara Membuat :
Campur jerami, katul dan sekam hingga rata dan menjadi adonan.Lalu gula
pasir, EM4 dan air dicampur, disiramkan pada adonan secara merata. Tutup adonan
tersebut selama empat hari, dengan pengontrolan suhu setiap hari. Bila suhu
naik hingga lebih dari 50°C adonan
didinginkan, adonan disimpan di ruang terbuka tetapi tidak boleh terkena sinar
matahari. Setelah empat hari disimpan, bokashi siap digunakan.
b. Pembuatan Bokashi Pupuk Kandang
Bahan-bahan :
- 200 kg
pupuk kandang -
10 kg katul / dedak
- 100 kg
sekam padi - 10 sendok makan gula pasir
- 200 ml
atau 20 sendok makan EM4 - 20 liter air
Cara membuat sama dengan pembuatan bokashi jerami.
c. Pestisida Nabati
Bahan-bahan :
-
Umbi
Gadung 1 kg - Daun Sirsak 1 kg
-
Daun
Babandotan 1 kg - Lengkuas 1 kg
-
Daun
lantanacamara 1 kg - Daun srikaya 1 kg
-
Tembakau
1 genggam - Detergen/ sabun colek 20 gr
-
Air
20 liter
Cara Membuat :
Haluskan bahan-bahan tersebut, kemudian seluiruh
bahan di aduk rata dalam 20
liter air lalu diendapkan semalam. Keesokan harinya larutan tersebut disaring
dengan kain halus. Larutan hasil saringan diencerkan dengan air sebanyak 50 –
60 air. Larutan siap untuk digunakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar